<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

    <channel>
        <title>Voi.id - Latest News</title>
        <link>https://kalsel.voi.id/rss</link>
        <description>News, Podcast, dan Video</description>
        <language></language>
        <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 00:47:23 +0700</pubDate>

        
            <item>
                <title>Inilah 20 Negara yang Penduduknya Paling Bahagia di Dunia 2026, Indonesia Masuk Daftar? </title>
                <atom:link href="https://kalsel.voi.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://kalsel.voi.id/lifestyle/582281/negara-yang-penduduknya-paling-bahagia-di-dunia</link>
                <description><![CDATA[Inilah 20 negara yang penduduknya paling bahagia di dunia. Finlandia kembali menempati posisi paling atas, sementara Indonesia berada di ranking …
]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://imgsrv2.voi.id/qXJ74Ah1G57lsnbKgf0LbM6skCmu9vyZs3uJ4T7Sj68/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODIyODEvMjAyNjA2MjkxNjI5LW1haW4uanBn.jpg"><figcaption>Ilustrasi bahagia (foto: Pixabay/Vilandrra) </figcaption></figure><p>YOGYAKARTA &ndash; Kebahagiaan penduduk suatu negara ternyata tidak hanya diukur dari seberapa sering mereka tertawa atau tersenyum setiap hari. Rasa bahagia lebih dalam dari itu, yaitu ketika seseorang merasa puas dan aman tinggal di negaranya. Mulai dari stabilitas ekonomi, jaminan sosial, hingga kualitas kesehatan yang memadai. Lalu, negara manakah yang penduduknya paling bahagia?</p><p>Menurut laporan World Happiness Report edisi Maret 2026, <strong>Finlandia</strong> kembali menduduki posisi teratas daftar negara yang penduduknya paling bahagia di dunia. Prestasi ini diraih berkat sistem jaminan sosial yang sangat baik dan tingkat korupsi yang rendah, sehingga masyarakatnya merasa aman dan dihargai.</p><p>Finlandia berhasil mempertahankan gelar sebagai <strong>negara paling bahagia</strong> di dunia selama beberapa tahun terakhir. Faktor utama yang mendukung adalah kualitas hidup tinggi, dukungan sosial yang kuat, serta kebebasan individu dalam mengambil keputusan hidup. Negara-negara Nordik lainnya seperti Islandia, Denmark, Swedia, dan Norwegia juga konsisten mendominasi daftar atas.</p><p>Di lain sisi, Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah yang cukup besar di bidang kebahagiaan masyarakat. Sementara Singapura berhasil menembus peringkat ke-38 dunia, Indonesia dan sebagian besar negara ASEAN lainnya masih berada di peringkat 50 ke atas. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada banyak aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam hal dukungan sosial, ekonomi, dan persepsi korupsi.</p><p></p><p>Sebagai informasi, laporan tahunan yang disusun oleh Wellbeing Research Center Universitas Oxford bersama Gallup dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini melibatkan sekitar 100.000 responden dari 147 negara. Penilaian dilakukan melalui metode evaluasi kehidupan (life evaluation) dengan skala 0 hingga 10.</p><p>Ada enam indikator utama yang digunakan untuk menentukan negara yang penduduknya paling bahagia di dunia, yaitu:</p><ul><li>Pendapatan per kapita</li><li>Dukungan sosial</li><li>Harapan hidup sehat</li><li>Kebebasan membuat pilihan hidup</li><li>Kedermawanan</li><li>Persepsi terhadap korupsi</li></ul><strong>Negara yang Penduduknya Paling Bahagia di Dunia Tahun 2026</strong><p>Merujuk laporan World Happiness Report edisi Maret 2026, berikut ini adalah 20 negara yang penduduknya paling bahagia:</p><li>Finlandia</li><li>Islandia</li><li>Denmark</li><li>Kosta Rika</li><li>Swedia</li><li>Norwegia</li><li>Belanda</li><li>Israel</li><li>Luksemburg</li><li>Swiss</li><li>Selandia Baru</li><li>Meksiko</li><li>Irlandia</li><li>Belgia</li><li>Australia</li><li>Kosovo</li><li>Jerman</li><li>Slovenia</li><li>Austria</li><li>Ceko</li><p>Demikian informasi tentang negara yang penduduknya paling bahagia di dunia. Dapatkan update berita menarik lainnya dengan mengunjungi laman <strong><em>VOI.id</em></strong>.</p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://imgsrv2.voi.id/qXJ74Ah1G57lsnbKgf0LbM6skCmu9vyZs3uJ4T7Sj68/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODIyODEvMjAyNjA2MjkxNjI5LW1haW4uanBn.jpg" length="153" type="image/jpeg"/>
                <media:content medium="image" url="https://imgsrv2.voi.id/qXJ74Ah1G57lsnbKgf0LbM6skCmu9vyZs3uJ4T7Sj68/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODIyODEvMjAyNjA2MjkxNjI5LW1haW4uanBn.jpg"/>
                <author><![CDATA[redaksibali@voi.id (Redaksi VOI Bali)]]></author>
                <guid>https://kalsel.voi.id/lifestyle/582281/negara-yang-penduduknya-paling-bahagia-di-dunia</guid>
                <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 00:27:00 +0700</pubDate>
            </item>
        
            <item>
                <title>Kapok Kena Rudal Iran, AS Tinjau Lagi Lokasi Aset Militernya di Timur Tengah</title>
                <atom:link href="https://kalsel.voi.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://kalsel.voi.id/berita/582352/kapok-kena-rudal-iran-as-tinjau-lagi-lokasi-aset-militernya-di-timur-tengah</link>
                <description><![CDATA[Amerika Serikat (AS) sedang meninjau kembali kehadiran militernya di Timur Tengah. Ini imbas puluhan infrastruktur AS di kawasan tersebut terdampak parah perang AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026.  ]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://imgsrv2.voi.id/XyT045yrLAALW4DRZ3l3tlBU6qi2g-Yx--SZ0kgj99A/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODIzNTIvMjAyNjA2MjkyMjA0LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzgyNzQ1NTMyLmpwZw.jpg"><figcaption>Tim SEAL Angkatan Laut AS mengamankan pangkalan militernya di Irak barat, tepatnya di Pangkalan Udara Ain al-Asad pada 2 September 2007 saat kunjungan Presidennya kala itu, George W. Bush. (US Navy-Wikimedia Commons)</figcaption></figure><p>JAKARTA - Amerika Serikat (AS) sedang meninjau kembali kehadiran militernya di Timur Tengah. Ini imbas puluhan infrastruktur AS di kawasan tersebut terdampak parah perang AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026.</p><p>Perlu dicatat, untuk aset-aset AS di Bahrain, telah berulang kali menjadi target serangan rudal dan drone Iran sebagai balasan atas serangan AS ke Republik Islam.</p><p>Dari 28 Februari hingga Juni 2026, Iran tercatat berulang kali melancarkan serangan terhadap Naval Support Activity Bahrain (NSA Bahrain), satu-satunya pangkalan angkatan laut AS di Timur Tengah alias Asia Barat.</p><p>Menurut investigasi <em>WSJ</em> berdasarkan citra satelit, video yang dibagikan di media sosial, dan wawancara dengan anggota militer aktif dan mantan anggota militer, serangan Iran menembus pertahanan NSA Bahrain, menyebabkan kerusakan besar yang belum diumumkan ke publik oleh Pentagon.</p><p>Markas komando dan banyak bangunan militer AS di pangkalan angkatan laut AS itu terkena dampak parah, termasuk dua terminal komunikasi satelit.</p><p>Militer AS berdalih tidak ada korban jiwa dari serangan Iran di pangkalan tersebut, sebagian besar prajuritnya kemudian dievakuasi, sementara beberapa tetap bekerja seperti biasa.</p><figure class="image"><img src="/storage/publishers/582352/body_image_2026062921.jpg" alt="" /><figcaption>Pangkalan militer AS di Bahrain, saat latihan militer IMCMEX melibatkan Angkatan Laut dari 40 negara pada 2013. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 1st Class Michael Sandber)</figcaption></figure><p>Pada Minggu 28 Juni, Iran kembali menembakkan rudal dan drone ke fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait, tak lama setelah militer AS mengumumkan melakukan serangan di Iran.</p><p>AS menuduh Iran menyerang sebuah kapal tanker di Selat Hormuz di tengah kesepakatan damai yang telah berlaku.</p><p><strong>AS Evaluasi Ulang Asetnya di Timur Tengah</strong></p><p>Kerusakan parah pangkalan angkatan laut AS di Bahrain, hingga setidaknya 20 aset AS di seluruh Timur Tengah, termasuk pangkalan militer dan gedung diplomatik, dilaporkan WSJ telah mendorong AS untuk meninjau ulang kehadiran infrastruktur militernya di Asia Barat.</p><p>Menurut laporan itu, militer AS saat ini sedang mempertimbangkan untuk mendesain ulang pangkalannya di Bahrain, tetapi mengurangi kehadirannya di Kuwait dan Arab Saudi, serta memindahkan sejumlah pangkalan atau fungsi militernya lebih jauh ke barat, di luar jangkauan rudal dan drone Iran.</p><p>Sementara sejumlah bangunan rusak berat di pangkalan militer AS di Timur Tengah kemungkinan tidak akan dibangun kembali. Untuk fasilitas komando dan kendali berpotensi dipindahkan ke bawah tanah.</p><p>Namun, para pejabat yang menjadi sumber WSJ mengatakan, hingga saat ini opsi-opsi itu belum memasuki keputusan final.</p><figure class="image"><img src="/storage/publishers/582352/body_image_2026062922.jpg" alt="" /><figcaption>Kuwait menjadi tuan rumah sejumlah pangkalan militer AS, di antaranya Kamp Arifjan yang didanai dan dibangun oleh Pemerintah Kuwait. (United States Army-Wikimedia Commons)</figcaption></figure><p>Masih berdasarkan laporan itu, Israel disebut-sebut menjadi salah satu pertimbangan untuk dijadikan pangkalan militer AS di masa depan.</p><p>Selama perang AS-Israel terhadap Iran, Israel menjadi tuan rumah puluhan pesawat AS, termasuk jet tempur dan pesawat pengisian bahan bakar udara.</p><p><strong>Ongkos Pasca-Perang</strong></p><p>Pengawas Keuangan Pentagon Jay Hurst di depan para anggota Kongres AS pada bulan lalu, memperkirakan biaya perang yang dikeluarkan Kementerian Pertahanan AS dalam misi perang melawan Iran sebesar USD29 miliar, tetapi angka itu tidak termasuk kerusakan pada pangkalan militer AS di Timur Tengah.</p><p>WSJ memperkirakan hanya untuk pembangunan kembali struktur yang serupa dengan yang rusak di NSA Bahrain, biaya yang dibutuhkan AS sekitar USD400 juta, berdasarkan model biaya Kementerian Pertahanan AS dan catatan pengadaan yang tersedia untuk umum.</p><p>Perkiraan biaya itu hanya mencakup ongkos konstruksi, tidak termasuk biaya tambahan yang mungkin timbul jika pembangunan kembali dilakukan, seperti pembersihan puing atau penguatan struktur baru.</p><figure class="image"><img src="/storage/publishers/582352/body_image_2026062922-1.jpg" alt="" /><figcaption>Pangkalan militer AS di Manama, Bahrain, saat latihan militer IMCMEX melibatkan Angkatan Laut dari 44 negara pada 2 November 2014. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 1st Class Kathleen Gorby)</figcaption></figure><p>Laporan yang dirilis Center for Strategic and International Studies (CSIS) pada Selasa menyebutkan, total biaya perang AS ke Iran diperkirakan mencapai sekitar USD40 miliar.</p><p>Angka tersebut mencakup perkiraan kerusakan seluruh pangkalan AS di Timur Tengah antara USD2,2 miliar-USD5,1 miliar, berdasarkan identifikasi lembaga think tank tersebut terkait bangunan yang terkena dampak serangan.</p><p>Sebelum konflik dimulai, sejumlah pejabat militer AS telah memperingatkan bahwa pangkalan militer AS di Timur Tengah atau Teluk Persia sangat rentan.</p><p>Proposal opsi pemindahan fasilitas militer AS di Timur Tengah menjauh dari cakupan drone dan rudal Iran ke arah barat dilaporkan juga telah dibahas selama masa jabatan pertama Presiden AS Donald Trump, tetapi tidak pernah diimplementasikan.</p><p></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://imgsrv2.voi.id/XyT045yrLAALW4DRZ3l3tlBU6qi2g-Yx--SZ0kgj99A/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODIzNTIvMjAyNjA2MjkyMjA0LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzgyNzQ1NTMyLmpwZw.jpg" length="179" type="image/jpeg"/>
                <media:content medium="image" url="https://imgsrv2.voi.id/XyT045yrLAALW4DRZ3l3tlBU6qi2g-Yx--SZ0kgj99A/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODIzNTIvMjAyNjA2MjkyMjA0LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzgyNzQ1NTMyLmpwZw.jpg"/>
                <author><![CDATA[nanda@voi.id (Nanda Febrianto)]]></author>
                <guid>https://kalsel.voi.id/berita/582352/kapok-kena-rudal-iran-as-tinjau-lagi-lokasi-aset-militernya-di-timur-tengah</guid>
                <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 00:22:00 +0700</pubDate>
            </item>
        
            <item>
                <title>Lalu Lintas Kapal di Selat Hormut Alami Peningkatan Usai Saling Serang AS-Iran Mereda</title>
                <atom:link href="https://kalsel.voi.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://kalsel.voi.id/berita/582349/lalu-lintas-kapal-di-selat-hormut-alami-peningkatan-usai-saling-serang-as-iran-mereda</link>
                <description><![CDATA[Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz dilaporkan mengalami sedikit peningkatan dalam 36 jam terakhir, menurut data pelacakan kapal.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://imgsrv2.voi.id/1PGoSZikOsNhIRtEgkVxnXE1X2uhDlS7DXV35TTCn5g/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODIzNDkvMjAyNjA2MjkyMTM1LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzgyNzQzNzQ5LmpwZWc.jpg"><figcaption>FOTO ILUSTRASI/Selat Hormuz/DOK Specialist Noah Martin via Wikimedia Commons</figcaption></figure><p class="p1"><span class="s1">JAKARTA - Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz dilaporkan mengalami sedikit peningkatan dalam 36 jam terakhir, menurut data pelacakan kapal.</span></p><p class="p2"></p><p class="p1"><span class="s1">Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN Amerika Serikat dan Iran akan menahan diri untuk saat ini menyusul aksi saling serang di dekat Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.</span></p><p class="p2"></p><p class="p1"><span class="s1">Beberapa kapal tanker berukuran besar terlihat sedang berlayar keluar melewati Selat tersebut pada Senin, Senin 29 Juni, berdasarkan transponder sistem identifikasi otomatis (AIS) mereka, yang menunjukkan posisi kapal berada di jalur selatan dekat pesisir Oman.</span></p><p class="p2"></p><p class="p1"><span class="s1">Di antara kapal-kapal tersebut terdapat kapal tanker bahan kimia dan minyak yang bermuatan sebagian, *Vaughan*, yang menunjukkan tujuan pelayarannya ke pelabuhan Fujairah di UEA, di luar kawasan Teluk. Kapal tanker minyak mentah, Das, bermuatan penuh juga berada di jalur serupa saat meninggalkan Teluk, begitu pula kapal Nissos Heraclea yang dioperasikan oleh pihak Yunani, yang telah bertolak dari pelabuhan Basra di Irak tiga hari sebelumnya.</span></p><p class="p2"></p><p class="p1"><span class="s1">Tiga kapal peti kemas telah memasuki kawasan Teluk dalam tiga hari terakhir&mdash;kapal-kapal pertama yang memiliki hubungan komersial dengan perusahaan pelayaran besar yang melakukan hal tersebut sejak dimulainya konflik, menurut perusahaan intelijen kelautan Kpler.</span></p><p class="p2"></p><p class="p1"><span class="s1">Namun, sulit untuk mengukur total lalu lintas pelayaran karena banyak kapal berlayar tanpa mengaktifkan transponder mereka.</span></p><p class="p2"></p><p class="p3"><span class="s2">Teheran bersikeras kapal-kapal harus mengantongi izin darinya untuk melintasi Selat tersebut melalui jalur-jalur yang telah ditetapkan. Akan tetapi, semakin banyak kapal yang menggunakan jalur di dekat pesisir Oman, sehingga mengancam daya tawar Iran atas jalur perairan tersebut.</span></p><p class="p4"></p><p class="p5"></p><p class="p5"></p><p class="p6"><span class="s1">Beberapa kapal masih menggunakan rute yang ditetapkan oleh Iran, termasuk sebuah kapal pengangkut muatan curah&mdash;Star Kamila&mdash;yang memasuki Teluk pada hari Senin.</span></p><p class="p7"></p><p class="p6"><span class="s1">Menurut laporan televisi pemerintah Iran pada hari Senin, Angkatan Laut Iran kembali memperingatkan kapal-kapal untuk hanya melintas di sebelah selatan Pulau Larak, yang terletak tak jauh dari pesisir Iran.</span></p><p class="p8"></span></p><p class="p7"></p><p class="p7"></p><p class="p6"><span class="s1">Pada Minggu, 28 Juni, tercatat total 42 pelintasan melalui Selat Hormuz, menurut kelompok intelijen maritim Windward. Sebanyak 28 kapal sedang masuk dan 14 kapal sedang keluar. Arus kapal yang keluar didominasi oleh kapal pengangkut muatan curah dan kapal tanker produk.</span></p><p class="p7"></p><p class="p9"><span class="s2">Lalu lintas pada hari Minggu mencakup konvoi lima kapal yang masuk melalui koridor selatan, dekat pesisir Oman; konvoi ini termasuk sebuah kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar yang memasuki Teluk untuk pertama kalinya sejak berlabuh pada bulan Februari, ungkap Windward.</span></p><p class="p10"></p><p class="p11"></p><p class="p11"></p><p class="p12"></p><p class="p11"></p><p class="p5"></p><p class="p13"></p><p class="p14"></p><p class="p5"></p><p class="p5"></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://imgsrv2.voi.id/1PGoSZikOsNhIRtEgkVxnXE1X2uhDlS7DXV35TTCn5g/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODIzNDkvMjAyNjA2MjkyMTM1LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzgyNzQzNzQ5LmpwZWc.jpg" length="180" type="image/jpeg"/>
                <media:content medium="image" url="https://imgsrv2.voi.id/1PGoSZikOsNhIRtEgkVxnXE1X2uhDlS7DXV35TTCn5g/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODIzNDkvMjAyNjA2MjkyMTM1LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzgyNzQzNzQ5LmpwZWc.jpg"/>
                <author><![CDATA[ferdinan@voi.id (Ferdinan)]]></author>
                <guid>https://kalsel.voi.id/berita/582349/lalu-lintas-kapal-di-selat-hormut-alami-peningkatan-usai-saling-serang-as-iran-mereda</guid>
                <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 00:01:00 +0700</pubDate>
            </item>
            </channel>
</rss>
